<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Soebang.com &#187; Informasi Umum</title>
	<atom:link href="http://soebang.com/category/informasi-umum/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soebang.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 May 2011 14:24:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tahun Baru Hijriyah, Momen untuk Perbaikan Diri</title>
		<link>http://soebang.com/informasi-umum/tahun-baru-hijriyah-momen-untuk-perbaikan-diri</link>
		<comments>http://soebang.com/informasi-umum/tahun-baru-hijriyah-momen-untuk-perbaikan-diri#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 16:27:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soebang.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tahun baru Hijriah merupakan momen untuk melakukan pertobatan dan bertekad untuk berbuat yang lebih baik daripada apa yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Ini ditegaskan Adian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Rabu (16/12).
&#8221;Memasuki tahun baru Hijriah ini merupakan momentum untuk melakukan perbaikan diri,&#8221; tegas Adian. Ditambahkannya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://soebang.com/tahun-baru-hijriyah-momen-untuk-perbaikan-diri/"><img src="http://soebang.com/wp-content/uploads/2009/12/hijrah23.jpg" alt="Tahun Baru Hijriyah" title="Tahun Baru Hijriyah" width="137" height="103" class="alignleft size-full wp-image-206" /></a>Memasuki tahun baru Hijriah merupakan momen untuk melakukan pertobatan dan bertekad untuk berbuat yang lebih baik daripada apa yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Ini ditegaskan Adian Husaini, Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dalam perbincangan dengan Republika di Jakarta, Rabu (16/12).</p>
<p>&#8221;Memasuki tahun baru Hijriah ini merupakan momentum untuk melakukan perbaikan diri,&#8221; tegas Adian. Ditambahkannya, perlu adanya muhasabah atau evaluasi diri, melihat dari apa yang telah dilakukan sebelumnya.<span id="more-192"></span> &#8221;Kegagalan, kesalahan, kekurangan di masa lalu sebagai dasar evaluasi untuk memperbaikinya di tahun-tahun mendatang,&#8221; papar Adian.</p>
<p>Dikatakan Adian, hendaknya umat melakukan pertobatan yang serius. &#8221;Hal-hal yang sifatnya upacara-upacara atau seremonial yang sifatnya hanya pemborosan, hendaknya dihilangkan pada peringatan tahun baru Hijriah,&#8221; ungkap Adian.</p>
<p>Pola-pola hidup pragmatis individual menurut Adian juga hendaknya dihilangkan dalam menjalankan kehidupan mendatang. &#8221;Suatu keberhasilan saat ini hanya dilihat dari tolak ukur capaian-capaian materialistik. Pandangan ini perlu diubah. Bahwa capaian-capaian dari sudut spiritual merupakan keberhasilan yang hakiki. Seperti dalam syair lagu Indonesia Raya, bahwa selain perlu membangn raga, yang terpenting adalah membangun jiwa,&#8221; tutur Adian.</p>
<p>Para pemimpin menurut Adian, ke depan juga perlu lebih memberikan keteladanan pada rakyat dan umat. &#8221;Seperti adanya pemadaman listrik bergilir, seharusnya yang padam bergilir adalah rumah-rumah pejabat, bukan rakyat jelata,&#8221; katanya. Demikian pula bahwa kondisi saat ini, pemimpin dan pejabat menurut Adian kurang memberi teladan. &#8221;Misalnya rakyat jelata selalu terkena macet, sementara pejabat dengan mudahnya menerobos kemacetan dengan pengawalan luar biasa,&#8221; kata Adian. Ditambahkannya, penyakit yang paling mengerikan di dunia ini adalah penyakit cinta dunia. osa/taq</p>
<p><em>sumber: http://www.republika.co.id</em></p>
<div  class="related_post_title"><b>Artikel Terkait:</b></div><ul class="related_post"><li>Tidak Ada Artikel Yang Berhubungan</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soebang.com/informasi-umum/tahun-baru-hijriyah-momen-untuk-perbaikan-diri/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

